Jumat, April 17, 2009

Salah Satu Keutamaan Kaum Ansar dalam Perang Hunain

Diceritakan pada sirah nabawiyah bahwa pada perang hunain tentara islam berperang melawan tentara hawazin yang bersarang di kota taif. Dalam peperangan ini tentara Islam berjumlah 12 ribu orang dan tentara Hawazin sejumlah 10 ribu orang dan mendapat bantuan dari kabilah lain sehingga berjumlah total 20 ribu tentara.


Sebagian tentara Islam dari mekkah ada yang masih belum Islam. Tetapi karena semangat kebangsaan mereka dan karena mereka memusuhi Hawazin sejak zaman jahiliyah dulu, akhirnya mereka ikut keluar juga. Dikisahkan tentara dari Mekkah berjumlah 2ribu orang dan dari Madinah 10 ribu orang.
Pada awalnya tentara Islam merasa tidak dapat dikalahkan dengan jumlah tentara 12 ribu. Namun Saidina Abu Bakar berkata kepada Rasulullah SAW, Wahai Rasulullah, kita tidak akan dikalahkan karena kekurangan jumlah tentara, Namun jika kita dikalahkan itu karena sebab-sebab lain, bukan karena jumlah tentara.
Dikisahkan pada perang Hunain ini tentara Hawazin yang dipimpin seorang pemuda bernama Malik bin Auf datang lebih dulu di medan pertempuran bernama Wadi Hunanin dan dapat memilih lokasi peperangan. Wadi Hunain ini dikelilingi oleh bukit2 curam. Tentara Hawazin memposisikan diri di bawah lembah Wadi Hunain. Tentara Hawazin membawa sekaligus perempuan-perempuan, anak-anak dan binatang ternaknya dengan anggapan mereka tidak akan melarikan diri
Ada seorang ahli perang dari Hawazin yang sudah berumur 160 tahun yang bernama Duraid, memberikan masukkan kepada panglima2 perang Hawazin untuk melakukan serangan tiba-tiba dan menempatkan perempuan, anak-anak dan harta mereka di atas unta dan diposisikan di belakang tentara. Hal ini disetujui oleh Malak bin Auf walaupun sebelumnya ada perselisihan pendapat.
Singkat cerita Rasulullah menyusun tentara Islam. Saidina Ali memegang bendera pasukan Muhajirin, Saidina Hubab bin Munzir memegang bendera Khazraj, Saidina Usaid bin Khudair memegang bendera Aus, Saidina Khalid Al Walid memimpin pasukan berkuda bani Sulaim yang Rasulullah letakkan seagai pasukan paling depan.
Serangan dilakukan pertama oleh Saidina Khalid Al Walid dengan pasukan berkudanya. namun pasukan ini di serang secara tiba-tiba oleh pasukan Hawazin yang sudah bersiap sedia. Pasukan berkuda Bani Sulaim kucar kacir karena mereka menuruni bukit yang curam. Mereka di serang dari kiri dan kanan, yang dibelakang tidak tahu apa yang terjadi didepan dan yang di depan sulit untuk memanjat ke atas lagi. Saidina Khalid di serang bertubi-tuibi hingga cedera. Setelah tentara yang di bawah memanjat ketasa dan lari, tentara yang di belakang ikut lari semua. Dalam keadaan ini Malik bin Auf mengerahkan seluruh tentaranya untuk menyerang tentara Islam. Tentara Islam melarikan diri, bahkan sudah ada yang sampai ke Mekkah. Rasulullah menjerit untuk memanggil tentara Islam kembali. Saidina Abu Bakar, Saidina Umar mendekati Rasulullah saat mendengar panggilan RasulullahLalu datanglah Saidina Abas. Rasulullah memerintahkan Saidina Abbas untuk memanggil tentara Islam dengan suaranya yang sangat keras. Saidina Abbas memanggila para Ashabul Samurah (Nama Pohon tempat para sahabat berbaiah di Hudaibiah), ansar dan Muhajirin. Dengan itu terkumpul 100 orang saja dari tentara Islam. Mereka bagaikan topan menyerang tentara Hawazin dan mempertahankan Rasulullah. Rasulullah memimpin sendiri pasukan ini. Kata Saidina Ali, ketika peperangan berkecamuk kami lari menuju Rasulullah, karena hanya Rasulullah SAW yang paling berani dan tidak akan mundur. Ada 2 srikandi Islam yang turut pada 100 pasukan ini yaitu Ummu Amarah dan Ummu Hakiem. Ketika serangan dilakukan turunlah bantuan ghaib dari langit. Turunlah para malaikat membantu. Mereka dapat melihat suatu benda hitam besar turun dari langit dan mendekati wadi hunain. Mereka melihat semut-semut hitam besar memenuhi wadi Hunain. Tentara hawazin melihat datang tentara berpakaian putih dengan kuda putih dengan jumlah yang sangat besar. Tentara Hawazin ketakutan dan lari melihat hal ini. ALLAH campakkan rasa takut dalam hati mereka. Seratus orang ini akhirnya dapat menewaskan tentara Hawazin.
Singkat cerita 100 tentara ini Rasulullah perintahkan mengejar tentara Hawazin yang lari menuju Thaif dan meninggalkan ghanimah. Rasulullah dan tentara Islam mengepung Thaif selama 20 hari. Akhirnya karena belum waktunya Thaif jatuh ketangan Islam, tentara Islam kembali ke Hunain. Di Hunain Rasulullah menunggu 10 hari dengan harapan Hawazin akan masuk Islam atau setidaknya meminta kembali perempuan, anak, dan harta mereka. Namun Hawazin tidak datang. Akhirnya Rasulullah pun membagikan ghanimah.
Rasulullah memulai pemberian ghanimah kepada orang-orang yang baru masuk Islam karena mau menguatkan Islam mereka. Dalam pembagian ini Kaum Ansar tidak di berikan ghanimah oleh Rasulullah. Akhirnya salah seorang dari mereka menceritakan keadaan Ansar saat itu yang meresa disisihkan. Rasulullah pun mengumpulkan seluruh kaum anshar dalam suatu majelis yang dihadiri oleh kaum anshar saja.
Rasulullah berkata kepada mereka, bukankah aku datang kepada kamu ketika kamu dalam kesesatan dan ALLAH memberi petunjuk kepada kamu. Bukankan aku datang kepada kamu ketika kamu miskin kemudian ALLAH mengkayakan kamu. Bukankah aku datang kepada kamu dalam keadaan kamu berpecah belah sehingga ALLAH satukan kamu. Bukankah aku datang kepada kamu ketika kamu dikalahkan sehingga ALLAH memenangkan kamu. Setiap pertanyaan Rasulullah dijawab oleh para Anshar, daripada ALLAH dan Rasulnya lah segala jasa dan pemberian. Kemudian Rasulullah SAW berkata, kalau kamu mau berkata kamu juga dapat berkata, dan kamu benar dalam perkataan kamu ini. Kamu telah datang kepada kami saat miskin, kami kayakan kamu. Kamu datang diburu kamilah yang mempertahankan kamu. Setiap yang Rasulullah SaW sebut mereka hanya mampu mengulang-ulang, daripada ALLAH dan Rasulnya lah segala jasa dan pemberian.
Rasulullah SAW mengingatkan mereka apa yang telah mereka perolehi dari Rasulullah SAW dan begitu juga Rasulullah SW sebut kepada mereka apa yang telah Rasulullah SAW perolehi dari mereka. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :
Kamu terasa dengan kamu dengan sedikit dunia yang aku berikan kepada orang lain untuk mengikat hati mereka kepada Islam sedangkan aku mempercayai kamu karena iman kamu.
Apakah kamu tidak redha, orang lain pulang membawa kambing dan unta tapi kamu pulang membawa Rasulullah SAW bersama kamu.
Mereka berkata, kami redha, kami redha wahai Rasulullah SAW sambil mereka menangis terharu.
Tidak ada perbandingan dalam hal ini. Orang lain pulang membawa kambing dan unta serta emas dan perak. Tetapi Kaum Anshar membawa Rasulullah bersama mereka. Rasulullah berdoa:
Ya ALLAH rahmatillah Ansar dan anak-anak Ansar dan cucu-cucu Ansar. Ya ALLAH musuhilah mereka yang memusuhi Ansar dan dukunglah mereka yang mendukung Ansar.
Begitulah kecintaan Rasulullah kepada Ansar. Para Ansar sangat gembira, bersyukur dan terharu dengan hal ini.
Itulah salah satu keutamaan kaum Anshar. Sekian terimakasih.

Selanjutnya... »»

Kamis, April 16, 2009

MENCARI KEBAHAGIAAN

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.


Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha
meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.

Selanjutnya... »»

Rabu, April 15, 2009

Kisah Tsabit Bin Ibrahim

Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah terbitlah air liur Tsabit, terlebih-lebih di hari yang sangat panas dan di tengah rasa lapar dan haus yang mendera.

Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang terlihat sangat lezat itu. Akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.
Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu dengan maksud hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah apel yang telah terlanjur dimakannya.
Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja ia berkata, “Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya”. Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini.” Pengurus kebun itu memberitahukan, “Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam”. Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orangtua itu, “Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka.”
Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba disana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata, “Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu sudikah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?” Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, “Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.” Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, “Apa syarat itu tuan?” Orang itu menjawab, “Engkau harus mengawini putriku !” Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, “Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang jatuh ke luar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?” Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, “Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang gadis yang lumpuh !” Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan semacam itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara ia memakan setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, “Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !” Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, “Aku akan menerima pinangannya dan perkawinannya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘Alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala”.
Maka pernikahanpun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum….” Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. “Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya ? Setelah Tsabit duduk disamping istrinya, dia bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa ?” Wanita itu kemudian berkata, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah”. Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?” Wanita itu menjawab, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?” tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, “aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya mengunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta’ala”.
Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang akan memelihara dirinya dan melindungi hak-haknya sebagai suami dengan baik. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, “Ketika kulihat wajahnya……Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap”.
Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik rupawan itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit.

Selanjutnya... »»

Selasa, April 14, 2009

Mengatasi Punggung Pegal

Pegal di sekujur badan? Tentu tak seorangpun mau mengalaminya. Tetapi, gangguan ini bisa menimpa siapa saja, terutama buat kamu yang sedang baca blog ini yang pastinya sering mengahabiskan waktu berjam-jam duduk di depan computer, baik untuk kepentingan kerjaan ataupun hanya sekedar fun.


Terkadang saat pekerjaan sedang menumpuk, punggung pegal setengah mati. Sangat menjengkelkan.

Bagian paling rawan terserang rasa pegal saat terlalu lama duduk di depan computer adalah punggung dan leher. Apalagi kalau posisi duduk tidak benar, sehingga beban pada punggung dan leher pun semakin berat dan melelahkan.
Sedikit gerakan kecil sederhana yang bahkan bias dilakukan di kursi kerja bias melepakan kamu dari kungkungan kelelahan otot punggung dan leher. Coba baca dan jangan ragu mempraktekannya….

1. Mengatasi punggung pegal sambil duduk:
Duduk tegak dengan pandangan lurus ke depan. Letakkan kedua tangan di belakang kepala. Tarik nafas dalam-dalam sambil membusungkan dada. Tahan posisi ini selama 10 detik, ulangi tiga kali

2. Mengatasi punggung pegal sambil berdiri:
Dalam posisi berdiri tegak, ulurkan kelua tangan lurus ke belakang. Genggam kedua tangan lalu tarik ke atas sambil membusungkan dada. Tahan selama 10 – 15 detik, ulangi 2 -3 kali.

3. Mengatasi leher pegal
Duduk tegak, pandangan lurus ke depan, lalu gerakkan kepala ke kanan. Dengan tangan kanan, tarik kepala ke arah kanan secara perlahan untuk melenturkan otot-otot leher samping. Tahan posisi ini selama 10 detik dan ulangi 3 kali. Lakukan gerakan yang sama ke arah kiri.

Selanjutnya... »»

Senin, April 13, 2009

Kisah Tragis Pendakian Everest

Membaca buku tebal berjudul ‘Into Thin Air’ berisi tulisan-tulisan yang memukau sempat membuatku terkesima. Buku itu cukup bisa mengaduk-aduk emosi pembaca dan membuat ingin tahu cerita selanjutnya saat membaca kata demi kata.

Into Thin Air menceritakan kisah pendakian puncak Everest oleh beberapa tim ekspedisi namun difokuskan pada sebuah tim ekspedisi bernama “Adventure Consultants”.

Penulis buku ini adalah seorang editor majalah outside (wartawan) bernama Jon Krakauer yang tinggal di Seattle. Kisah ini diambil dari pengalaman penulis saat melakukan pendakian gunung everest pada tahun 1996. Puncak Everest merupakan salah satu puncak yang terdapat di pegunungan himalaya. Pegunungan Himalaya terdiri dari beberapa puncak. Di antaranya yaitu puncak Cho oyu, puncak Selatan, Hillary step, dll namun yang paling tinggi adalah Everest.
Ekspedisi yang teramat sulit berhasil dialui oleh Jon namun menyisakan kepedihan mendalam dan membuat penulis cukup terguncang. Di puncak Everest dengan ketinggian 29000 kaki, pendaki sering dihadapkan pada masalah kurangnya persediaan oksigen sehingga untuk berpikir jernih pun sangat sulit dilakukan terlebih jika harus mengambil keputusan penting. Zona kematian itu sudah begitu banyak menelan korban.

“…Kebenaran yang paling sederhana adalah aku tahu tahu bahwa aku tidak seharusnya pergi ke Everest, tetapi aku pergi juga. Dan karena itu, aku ikut menjadi penyebab tewasnya orang-orang yang baik, sesuatu yang mungkin mengusik batinku untuk waktu yang sangat lama.
Empat ratus kaki di atasku, di puncak Everest yang masih bermandi cahaya matahari, di bawah naungan langit yang biru, teman-temanku sedang berpesta merayakan keberhasilan mereka menaklukkan puncak planet ini, mengibarkan bendera dan membuat beberapa foto, menghamburkan setiap detik waktu yang sangat berharga. Tidak seorang pun yang pernah mambayangkan bahwa bencana yang menakutkan sedang mengintai. Tidak ada yang menduga, bahwa di penghujung hari itu, setiap detik akan menjadi sangat berarti….”

Jon tidak menghabiskan waktu banyak di puncak everest. Ia segera turun karena memperhitungkan bahwa ia akan kehabisan oksigen jika berlama-lama di puncak. Ia pun sampai di Camp Empat tepat pada waktunya sebelum hari mulai gelap. Sementara rekan-rekannya yang berhasil mencapai puncak belum sampai di Camp Empat padahal hari sudah gelap. Dari lima rekan satu tim yang berhasil sampai puncak everest, empat orang temasuk pemimpin ekspedisi meninggal dunia. Satu orang yang selamat dari kelima orang itu adalah penulis.
Mendaki everest merupakan kegiatan yang sangat berbahaya baik bagi pemula yang dipandu maupun pendaki gunung kaliber dunia yang mendaki bersama rekan-rekan mereka. Para pendaki sewaktu-waktu dapat terkena gigitan salju yang teramat dingin yang memungkinkan sel-sel tubuh yang terkena dapat rusak, membusuk hingga perlu diamputasi. Penyakit yang terkadang ditemui pada pendaki gunung yang amat tinggi dapat berupa penyakit ketinggian HAPE (High Altitude Pulmonary Edema)/membengkaknya paru-paru akibat ketinggian. Penyakit misterius yang mematikan ini kerap , menyerang seorang pendaki yang mendaki terlalu tinggi dan terlalu cepat sehingga paru-paru si pendaki tertutup cairan. Penyebabnya diduga karena kurangnya oksigen, ditambah tingginya tekanan pada pembuluh darah jantung yang menuju paru-paru menyebabkan pembuluh darah tersebut bocor sehingga cairan masuk ke dalam paru-paru. Selain itu yang justru lebih berbahaya adalah HACE (High Altitude Cerebral Edema)/pembengkakan otak akibat ketinggian namun HACE lebih jarang dibanding HAPE. HACE merupakan sejenis penyakit membingungkan dan terjadi jika ada kebocoran pada pembuluh darah otak yang kekurangan oksigen, menyebabkan otak membengkak cepat, dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa peringatan sama sekali. Ketika tekanan di dalam rongga otak meningkat, kemampuan motorik dan mental penderita akan menurun dengan drastis - biasanya hanya dalam waktu beberapa jam atau kurang - dan biasanya, si korban tidak sadar akan perubahan yang terjadi. Tahap selanjutnya adalah koma, jika si pasien tidak segera dievakuasi ke ketinggian yang lebih rendah, lalu disusul dengan kematian.

“Dan, mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya, kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.”(ar-Ruum:8)

Tiap jengkal lukisan alam semoga membuat kita makin tunduk pada keperkasaan Sang Pencipta karena pada dasarnya kita yang lemah ini tak akan berdaya dibandingkan keperkasaan alam yang merupakan guratan ayat-ayat kauniyah-Nya. Ada beberapa patah kata dari seorang pendaki Indonesia (Ita Budhi), “Seorang pendaki gunung sejatinya tidak senang menaklukkan pucuk-pucuk tertinggi yang sedang menusuk ke langit tapi ia sedang menaklukkan pucuk-pucuk tertinggi dari egonya sendiri sebagai seorang manusia.

“Dan, di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tiada memperhatikan?” (adz-Dzaariyaat:20-21).

Selanjutnya... »»

Minggu, April 12, 2009

Kekuatan Tanpa Kekerasan

Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi - Pendiri Lembaga M.K.Gandhi)


Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan.
Kami tinggal jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.

Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, “Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.”
Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.
Dengan gelisah ayah menanyai saya, “Kenapa kau terlambat?”
Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, “Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.” Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.
Lalu ayah berkata, “Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”
Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.
Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.
“Sering kali saya berpikir mengenai peristiwa ini dan merasa heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan.”
Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan
Pada tanggal 9 Juni 2005 ia memberikan ceramah di Universitas Puerto Rico dan bercerita bagaimana memberikan contoh tanpa-kekerasan yang dapat diterapkan di sebuah keluarga.

Selanjutnya... »»

Sabtu, April 11, 2009

Yang tidak pernah menyerah (face book)

Pernah mendengar situs jaringan pertemanan Friendster? Konon, melalui situs tersebut, banyak orang-orang yang lama tak bersua, bisa kembali bersatu, reunian, dan bahkan berjodoh. Karena itulah, situs pertemanan itu beberapa waktu lalu sempat sangat popular. Karena itu, tak heran jika setelah era suksesnya Friendster, berbagai situs jaringan pertemanan bermunculan. Salah satunya adalah Facebook.


Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang lain di kampus bersangkutan.

Pada sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei 1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung. Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.

Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama tiga rekannya-andre McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian membuka keanggotaan Facebook untuk umum.

Mark ternyata tak sekadar nekad. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih menyeriusi Facebook. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster yang juga berkembang kala itu. Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah yang membuat Facebook makin digemari. Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya. Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.

Sejak kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi 60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini, angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.

Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan' yang sangat laku. Tak heran, raksasa software micr*soft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki saham hanya 1,6 persen saja, micr*soft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15 miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.

Niat Mark Zuckerberg untuk sekadar‘menyatukan' komunitas kampusnya dalam sebuah jaringan ternyata berdampak besar. Hal ini telah mengantar pria yang baru berusia 23 tahun ini menjadi miliarder termuda dalam sejarah. Sungguh, kejelian melihat peluang dan niatan baiknya ternyata mampu digabungkan menjadi sebuah nilai tambah yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi kita, bahwa niat baik ditambah perjuangan dan ketekunan dalam menggarap peluang akan melahirkan kesempatan yang dapat mengubah hidup makin bermakna.

Selanjutnya... »»